
Bantu Petani Sumatra Bangkit dan Mandiri Pasca Banjir Bandang
Mereka Tidak Ingin Terus Menunggu Bantuan
Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah merenggut banyak hal.
Rumah rusak, lahan pertanian terdampak, hasil panen hilang, dan perlengkapan bertani hanyut terbawa arus.
Sebagian besar masyarakat, khususnya di Aceh Tamiang adalah petani hortikultura.
Bertani bukan hanya mata pencaharian mereka, tetapi cara mereka bertahan hidup.
Bantuan sembako memang sangat dibutuhkan di masa darurat.
Namun masyarakat di sini menyadari satu hal penting:
Bantuan jangka pendek tidak cukup untuk memulihkan kehidupan mereka.
Mereka Ingin Mandiri Kembali
Saat tim Asimilasi turun langsung ke lapangan, kami mendengar harapan yang sama dari banyak warga, khususnya dari Kelompok Wanita Tani:
“Kami ingin bertani lagi. Kami ingin bisa mandiri dan menghasilkan pangan sendiri.”
Mereka tidak ingin terus bergantung pada bantuan.
Mereka ingin kembali mengolah tanah, menanam, dan memanen hasilnya untuk keluarga mereka dan untuk masa depan.
Langkah Awal
Sebagai bentuk komitmen, Asimilasi tidak hanya mengajak, tetapi juga telah memulai langkah nyata di lapangan.
Tim kami telah melakukan:
- Assessment kondisi lahan pasca banjir
- Pengadaan bibit, pupuk, dan media tanam
- Penerapan sistem tanam menggunakan polybag
Penggunaan polybag dilakukan karena banyak lahan terdampak banjir tertutup lumpur dengan tingkat keasaman yang tinggi, sehingga jika langsung ditanami di tanah, pertumbuhan tanaman akan terhambat.
Pendekatan ini menjadi solusi awal agar masyarakat tetap bisa mulai bertani sambil menunggu kondisi lahan pulih.

Program Pemberdayaan Petani Aceh Tamiang
Melalui campaign ini, Asimilasi mengajak Anda untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat pasca banjir, khususnya bagi petani hortikultura di Aceh Tamiang.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan produktif seperti:
- Penyediaan sarana dan kebutuhan dasar pertanian
- Dukungan awal untuk aktivitas bertani kembali
- Penguatan Kelompok Wanita Tani agar bisa berproduksi secara mandiri
- Pendampingan menuju ketahanan pangan keluarga
Program ini dirancang bukan untuk satu musim,
tetapi untuk membantu mereka bangkit dan bertahan dalam jangka panjang.

Dari Donasi Menjadi Harapan
Ketika kita membantu mereka bertani kembali,
kita tidak hanya memberi bantuan,,
kita memberi alat untuk bertahan hidup.
Satu langkah kecil dari kita,
bisa menjadi awal kemandirian bagi banyak keluarga di Aceh Tamiang.
🤍 Mari bersama Asimilasi, pulihkan Aceh Tamiang dengan pemberdayaan.
1. Klik DONASI SEKARANG
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Selesaikan pembayaran sesuai instruksi
-
December, 31 2025
Campaign is published

